Senin, 04 Oktober 2010

Pra KBM VTP (Virtual Trunking Protocol)

VTP

--VLAN Trunking Protocol--


PENGERTIAN


VLAN Trunking Protocol (VTP) adalah Cisco Layer 2 protokol pesan yang mengelola penambahan, penghapusan, dan nama dari Virtual Local Area Networks (VLAN) di seluruh jaringan. Cisco's VLAN Trunk Protokol mengurangi administrasi yang aktif dalam jaringan. Ketika baru VLAN dikonfigurasi pada satu VTP server, yang didistribusikan melalui VLAN semua aktif dalam domain. Ini akan mengurangi perlu mengkonfigurasi VLAN yang sama di mana-mana. Untuk melakukan ini, VTP VLAN membawa informasi kepada semua aktif dalam VTP domain. VTP iklan dapat dikirim melalui Isl, 802.1q, IEEE 802,10 Lane dan batang. VTP lalu lintas yang dikirim melalui manajemen VLAN (VLAN1), sehingga semua batang VLAN harus dikonfigurasi untuk lulus VLAN1. VTP tersedia di sebagian besar produk Cisco Catalyst Keluarga.



VTP MODE


VTP beroperasi di salah satu dari tiga mode, yaitu:

  • Server - Dalam VTP mode ini Anda dapat membuat, menghapus, dan mengubah VLANs. Anda juga dapat mengatur konfigurasi pilihan lainnya seperti VTP versi dan juga mengaktifkan / menonaktifkan VTP pruning untuk seluruh VTP domain. VTP server mengiklankan VLAN konfigurasi lainnya untuk aktif dalam VTP domain yang sama dan melakukan sinkronisasi dengan konfigurasi VLAN mereka beralih lainnya berdasarkan pesan yang diterima melalui trunk link. VTP server modus standar. VLANs informasi yang disimpan di NVRAM dan mereka tidak hilang setelah reboot.

  • Klien - VTP perilaku klien dengan cara yang sama seperti VTP server, namun Anda tidak dapat membuat, mengubah, atau menghapus VLANs pada perangkat lokal. Dalam modus klien VTP, VLAN konfigurasi tidak disimpan di NVRAM.

  • Transparan - Jika Anda mengatur modus VTP untuk transparan, maka tidak aktif berpartisipasi dalam VTP. J VTP transparan tidak akan beralih beriklan dengan konfigurasi VLAN dan tidak melakukan sinkronisasi dengan konfigurasi VLAN berdasarkan pesan yang diterima. VLANs dapat dibuat, diubah atau dihapus bila dalam modus transparan. Dalam VTP versi 2, transparan aktif melakukan VTP meneruskan pesan yang mereka terima mereka trunk port.




VTP DOMAIN


Tujuan utama VTP adalah untuk menyediakan fasilitas sehingga switch Cisco dapat diatur sebagai sebagai suatu grup. Sebagai contoh, jika VTP dijalankan pada semua switch Cisco Anda, pembuatan VLAN baru pada satu switch akan menyebabkan VLAN tersebut tersedia pada semua switch yang terdapat VTP management domain yang sama. VTP management domain merupakan sekelompok switch yang berbagi informasi VTP. Suatu switch hanya dapat menjadi bagian dari satu VTP management domain, dan secara default tidak menjadi bagian dari VTP management domain manapun..

Dari sini dapat kita lihat mengapa VTP sangat menguntungkan. Bayangkanlah suatu lingkungan di mana administrator jaringan harus mengatur 20 switch atau lebih. Tanpa VTP, untuk membuat VLAN baru administrator harus melakukannya pada semuanya switch yang diperlukan secara individu. Namun dengan VTP, administrator dapat membuat VLAN tersebut sekali dan VTP secara otomatis akan menyebarkan (advertise) informasi tersebut ke semua switch yang berada di dalam domain yang sama. Keuntungan VTP yang utama adalah efisiensi yang diberikan dalam menambah dan menghapus VLAN dan juga dalam mengubah konfigurasi VLAN dalam lingkungan yang besar.

Secara umum, mengonfigurasi VTP pada switch Cisco Catalyst bukanlah pekerjaan yang sulit. Pada kenyataannya, begitu nama VTP management domain dibuat pada setiap switch, proses pertukaran informasi VTP antar-switch akan dilakukan secara otomatis dan tidak memerlukan konfigurasi lebih lanjut atau pengaturan setiap hari. Namun, untuk mendapatkan gambaran lengkap bagaimana VTP bekerja dalam suatu VTP domain, pertama Anda harus mengetahui mode VTP.



KONFIGURASI


  1. In VLAN database mode:

    1. In EXEC mode, issue this command in order to enter VLAN configuration mode:

Router#vlan database

!--- Issue this command in privileged EXEC mode,

!--- not in global configuration mode.

Router(vlan)#

!--- This is VLAN configuration mode.

    1. Issue this command in order to set the VTP domain name:

Router(vlan)#vtp mode {client | server | transparent}

    1. Issue the exit command in order to exit VLAN configuration mode.

Note: The end and the Ctrl-Z commands do not work in this mode.

Router(vlan)#end


Router(vlan)#^Z

% Invalid input detected at '^' marker.

Router(vlan)#

Router(vlan)#exit

APPLY completed.

Exiting....

Router#


  1. In global configuration mode:

In Cisco IOS Software global configuration mode, you can configure all VTP parameters with Cisco IOS Software commands. This is the command format:

Router(config)#vtp ?


Domain Set the name of the VTP administrative domain.

File Configure IFS filesystem file where VTP configuration is stored.

Interface Configure interface as the preferred source for the VTP IP updater address.

Mode Configure VTP device mode

Password Set the password for the VTP administrative domain

Pruning Set the administrative domain to permit pruning

Version Set the administrative domain to VTP version


  1. Issue these commands in order to monitor VTP operation and status:

Router#show vtp status

Router#show vtp counters

Laporan VLAN 2

No : 02

“Implementasi VLAN”

Faishal Arif Utomo (09)

Mata Pel : Diagnosa WAN

Kelas : 3 TKJ B

SMKN 1 Cimahi

Ins : Bpk. Rudi H

Ibu Netty

1. TUJUAN

  • Siswa dapat mengimplementasikan vlan
  • Siswa dapat membuat scenario dari topologi yang sudah ada
  • Siswa dapat melakukan konfigurasi VLAN

2. PENDAHULUAN

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini.

3. ALAT DAN BAHAN

  • PC
  • PACKET TRACER


4. LANGKAH KERJA

GAMBAR TOPOLOGI

SKENARIO :

Di suatu RT terdapat beberapa RT yaitu, RT 1, RT 2, dan RT 3.

RT 1 memiliki 5 komputer yang saling terkoneksi.

RT 2 memiliki 2 komputer yang saling terkoneksi.

RT 3 memiliki 4 komputer yang saling terkoneksi.

Antar RT tidak dapat terkoneksi satu sama lain.


RT 1

RT2

RT3

PC 1

192.168.1.3/24

192.168.1.8/24

192.168.1.10/24

PC2

192.168.1.4/24

192.168.1.9/24

192.168.1.11/24

PC3

192.168.1.5/24


192.168.1.12/24

PC4

192.168.1.6/24


192.168.1.13/24

PC5

192.168.1.7/24



KONFIGURASI

· Buat topologi di pacet tracer sesuai dengan gambar

· Lalu berikan ip pada masing-masing interface

o IP PC 1 RT 1


o IP PC 2 RT 1


o IP PC 3 RT 1


o IP PC 4 RT 1


o IP PC 5 RT 1


o IP PC 1 RT 2


o IP PC 2 RT 2


o IP PC 1 RT 3


o IP PC 2 RT 3


o IP PC 3 RT 3


o IP PC 4 RT 3

  • Konfigurasi VLAN

o Pembuatan VLAN

Switch#configure terminal

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#vlan 2

Switch(config-vlan)#name RT-1

Switch(config)#vlan 3

Switch(config-vlan)#name RT-2

Switch(config)#vlan 4

Switch(config-vlan)#name RT-3


o Konfigurasi Interface tiap VLAN

  • VLAN 2 (RT 1)

Switch(config)#interface range fa 0/1 - fa 0/5

Switch(config-if-range)#switchport mode access

Switch(config-if-range)#switchport access vlan 2


  • VLAN 3 (RT 2)

Switch(config)#interface range fa 0/12 - fa 0/13

Switch(config-if-range)#switchport mode access

Switch(config-if-range)#switchport access vlan 3

  • VLAN 4 (RT 3)

Switch(config)#interface FastEthernet0/6

Switch(config-if)#switchport access vlan 4

Switch(config)#interface FastEthernet0/7

Switch(config-if)#switchport access vlan 4

Switch(config)#interface FastEthernet0/10

Switch(config-if)#switchport access vlan 4

Switch(config)#interface FastEthernet0/11

Switch(config-if)#switchport access vlan 4


5. HASIL KERJA

  • Hasil konfigurasi VLAN dan Interface

Uji Koneksi RT 1

  • Ke salah satu pc di RT yang sama (VLAN yang sama)


  • Ke salah satu pc di RT2 (berbeda VLAN)


  • Ke salah satu pc di RT 3 (berbeda VLAN)


Uji koneksi RT 2

  • Ke salah satu pc di RT yang sama (VLAN yang sama)


  • Ke salah satu pc di RT 1 (berbeda VLAN)


  • Ke salah satu pc di RT3 (berbeda VLAN)


Uji koneksi RT 3

  • Ke salah satu pc di RT yang sama (VLAN yang sama)


  • Ke salah satu pc di RT 1 (berbeda VLAN)

  • Ke salah satu pc di RT 2 (berbeda VLAN)



6. KESIMPULAN

Dengan menggunakan VLAN satu LAN dapat kita bagi lagi menjadi beberapa LAN lagi didalamnya atau dikenal dengan istilah VLAN (Virtual LAN). Dengan VLAN juga client yang berada didalam satu network yang awalnya dapat saling berkomunikasi dapat kita atur sendiri agar client tersebut dapat tidak saling berkomunikasi.

Kamis, 19 Agustus 2010

Web Server, Virtual host dan Https

Web Server

Penjelasan

Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman - halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Web Server yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows. Server web juga dapat berarti komputer yang berfungsi seperti definisi di atas. Web Server sebenarnya adalah suatu daemon yang berfungsi menerima request melalui protocol http baik dari local maupun dari internet Informasi yang direquest oleh web browser bisa berupa file yang ada dalam storage atau meminta server untuk melakukan fungsi tertentu.

Konfigurasi

1. Install aplikasi Web Servernya (Apache 2) :

2. Pindah ke direktori “/etc/apache2/sites-available/. Lalu copy kan file default ke www

Edit file www.

3. Save filenya.

4. Ketikan perintah seperti gambar dibawah ini :

5. Buatlah sebuah file halaman web di dalam direktori kelompok 2 tersebut. Disini kita buat file bernama index.html. Maka untuk membuatnya, kita ketikan perintah

~# nano index.html

6. Save filenya.

7. Buat symbolic link agar file index.html itu dapat ditampilkan secara otomatis,

8. Restart apache



Virtual Host

Penjelasan

Virtual Hosting atau juga dikenal sebagai shared hosting memiliki pengertian bahwa sebuah server melayani lebih dari 1 (satu) domain. Dengan adanya teknologi virtual hosting ini, siapa saja yang ingin memiliki situs web atau layanan internet lainnya (mail, file storage, multimedia, dll) tidak perlu membangun server sendiri; yang tentu saja membangun server sendiri memakan lebih banyak biaya diantaranya: biaya perangkat keras & lunak (hardware & software), koneksi internet khusus, dan juga staf khusus.

Konfigurasi

1. Perintah diatas dilakukan untuk membuat penambahan nama dari hosting dengan nama skull ke db saya.

~# nano /etc/bind/db.frengk1.com

2. Setelah nama hosting diatas ditambahi maka jangan lupa untuk merestarnya dengan perintah

~# /etc/init.d/bind9 restart.

3. Apabila proses restar sudah OK kemudian buat sebuah directory baru di /var/www dengan cara :

~# mkdir /var/www/Skull

4. Kemudian copy file yang berada di /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/skull dengan cara :

~# cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/skull

5. Setelah itu edit file skull dengan cara:

~# nano /etc/apache2/sites-available/skull


6. Pada gambar diatas yang mesti diedit hanya file dibawah ini:

ServerAdmin webmaster@localhost
ServerName skull.frengk1.com
DocumentRoot /home/jartel9/

7. Setelah keterangan diatas disave kemudian kita dapat mengubah isi dari halaman virtual hosting kita dengan cara:

~# nano /index.html

8. Untuk mengaktifkannya virtual host yang telah dibuat, maka dapat dilakukan dapat dengan cara

~# a2ensite skull

9. Kemudian restart apache dengan cara :

~# /etc/init.d/apache2 restart

10. Hal terakhir yang dilakukan untuk memastikan bahwa virtual host yang kita buat dapat berjalan dengan baik dengan cara mengedit file hosts dengan cara :

~# nano /etc/hosts

Tambahkan baris berikut :

127.0.0.1 skull.frengk1.com

11. Simpan file konfigurasi dan kita bisa menjalankan virtual host dengan cara membuka browser kita dan ketikkan alamat web yang telah kita buat tadi yaitu skull.frengk1.com



HTTPS

Penjelasan

HTTPS (Secure HTTP) adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Coorporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi serta penggunaan dalam komersil electrics.

Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket Layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security). Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eaves droppers dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.

HTTPS (Secure HTTP) merupakan bentuk protokol yang aman karena segala perintah dan data yang lewat protokol ini akan diacak dengan berbagai format sehingga sulit untuk dibajak isinya maupun dilihat perintah-perintah yang dieksekusi.

Konfigurasi

1. Install aplikasi apache2

~# apt-get install apache2

2. Buat Duplikat dari file /etc/apache2/sites-available/default

~# cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/ssl

3. Buat link untuk mengaktifkan modul ssl saat apache di load

~# a2ensite

4. Install OpenSSL dan SSL Certificate

~# apt-get install openssl ssl-cert

5. Membuat certificate

~# mkdir /etc/apache2/ssl

~# make-ssl-cert /usr/share/sslcert/ssleay.cnf /etc/apache2/ssl/apache.pem

6. Aktifkan modul SSL dan restart apache2

~# a2enmod ssl

~# /etc/init.d/apache2 force-reload

7. Menempelkan file certificate di Virtual Host

~#cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/ssl

8. Edit file /etc/apache2/sites-available/ssl, tambahkan script dibawah ini pada baris terakhir sebelum “

SSLEngine On

SSLCertificateFile /etc/apache2/ssl/apache.pem

9. Ubah port default 80 jadikan 443, cari baris

dan ganti dengan

10. Generate Sertifikat anda sendiri dengan

~# apache2-ssl-certificate

11. Kemudian anda akan diminta memasukkan kode negara(ID), State atau propinsi, Nama Kota, Company, Section Unit, Domain dan alamat email.

12. Tambahkan Port Listen Untuk SSL,untuk melakukanya edit file /etc/apache2/ports.conf. Tambahkan baris :

Listen 443

13. Edit file /etc/apache2/sites-available/default, tambahkan script dibawah ini pada baris terakhir sebelum “

SSLCertificateFile/etc/apache2/ssl/apache.pem

14. Restart apache2 dan aktifkan modul HTTPS :

~# /etc/init.d/apache2 force-reload

~# a2ensite ssl

15. Restart kembali apache2 :

~# /etc/init.d/apache2 restart

16. Install beberapa repository yang akan dibutuhkan bila diperlukan.

~# apt-get install libphp-adodb php5-cli php5-gd php-pear php5-snmp php5-adodb phpmyadmin sysvconfig curl libnet-netmask-perl

Selesai

Untuk pengujiannya Buka web browser. Cobalah ketikkan https://localhost/